Sabtu, 21 Juli 2018

Indra Penciuman


LAPORAN PRAKTIKUM PSIKOLOGI FAAL
Nama Mahasiswa
NPM
Kelas
: Nadila Nita T.G
: 14517380
: 1PA20
Tanggal Pemeriksaan
Nama Asisten
Paraf Asisten
: 02 Mei 2018
: Eugenia Sylvi I
:

1.
Percobaan
:
Indera Penciuman

Nama Percobaan
:
1.1 Pembauan, Cara kerja bau dupa dan hio

Nama Subjek Percobaan
:
Nadila Nita Telyana Gulo

Tempat Percobaan
:
Laboratorium Psikologi Faal

a. Tujuan Percobaan
:
Untuk membuktikan bahwa zat yang dibaui adalah zat yang berupa gas, serta membedakan beberapa wewangian mulai dari bau yang tidak enak sampai yang enak.

b. Dasar teori
:
Menurut Kimbal (1983), manusia mendeteksi dengan menggunakan sel-sel yang terletak dikedua epitel olfaktori jauh di dalam rongga hidung. Daerah itu masing-masing berukuran sekitar 250 mm2. Udara yang masuk melalui lubang hidung melewatinya. Molekul-molekul yang larut dalam air dan lemak yang ada di udara larut dalam lapisan mukus yang menutupi epitel dan menimbulkan sensasi penciuman.
Menurut Plotnik (dalam buku Basuki, 2008), penciuman disebut suatu indera kimia karena menerima rangsangan kimia yang dibawa oleh udara. Fungsi penciuman adalah melakukan transduksi mengubah reaksi kimia menjadi rangsangan.
Menurut Rachmawati (2009), Daerah yang sensitif terhadap indera penciuman terletak di bagian atas rongga hidung. Struktur indera penciuman terdiri atas sel penyokong yang berupa sel epithel dan sel bau yang berupa sel saraf sebagai reseptor.

c. Alat yang digunakan
:
Lilin, hio, dan dupa

d. Jalannya Percobaan
:
Praktikan mencium aroma hio dan dupa yang belum dibakar terlebih dahulu. Kemudian hio dan dupa dibakar, lalu praktikan mencium aromanya dan membedakan kedua aroma hio dan dupa tersebut.

e. Hasil Percobaan
:
Hio dan dupa sebelum dibakar bau nya tidak terlalu menyengat, namun setelah dibakar bau nya lebih menyengat
Hasil sebenarnya :
1. Hio dan dupa, lebih kuat baunya ketika dibakar
2. Karena concha nasal superior hanya menerima rangsang benda-benda yangn dapat menguap dan yang berwujud gas.

f. Kesimpulan
:
Dupa dan hio yang telah dibakar lebih menyengat baunya, karena setelah dibakar dupa dan hio menghasilkan gas yang lebih banyak dibandingkan sebelum dibakar, karena gas yang dihasilkan semakin banyak maka bau akan lebih mudah untuk dikenali.

g. Daftar Pustaka     
:
Basuki, H. (2008). Psikologi
       Umum. Jakarta: Universitas Gunadarma.
Kimbal, J. W. (1983). Biologi. Jakarta:
       Erlangga.
Rachmawati, F. (2009). Biologi. Jakarta:
        Pusat Perbukuan.

2.
Percobaan
:
Indera Penciuman

Nama Percobaan
:
1.2 Pembauan, Cara kerja membedakan wewangian

Nama Subjek Percobaan
:
Nadila Nita Telyana Gulo

Tempat Percobaan
:
Laboratorium Psikologi Faal

a. Tujuan Percobaan
:
Untuk membuktikan bahwa zat yang dibaui adalah zat yang berupa gas, serta membedakan beberapa wewangian mulai dari bau yang tidak enak sampai yang enak

b. Dasar teori
:
Menurut Basuki (2008), Penciuman mempunyai berbagai macam fungsi. Fungsi yang pertama adalah mengintensifkan pengecapan makanan. Sebagai contoh kita tidak dapat menjelaskan gula-gula berwarna hitam (licorice) dari selai permen jelly rasa jeruk dengan hidung tertutup. Fungsi kedua adalah untuk mewaspadai secara sangat efektif makanan yang berpotensi berbahaya yaitu bau busuk dan basi. Fungsi ketiga yang merupakan fungsi yang baru ditemukan yaitu mendatangkan ingatan yang kuat dan sering berhubungan dengan perasaan. Sebagai contoh bau dari kue labu bisa mengingatkan kita pada suatu pesta keluarga. Untuk banyak binatang seperti kucing dan anjing pembau juga berfungsi untuk menentukan letak makanan, jodoh atau wilayah.
Menurut Puspitawati dkk (2008), stimulus dalam sistem olfaktori berupa bahan-bahan kimia yang terdapat dalam lingkungan yang terhirup saat bernapas. Resptor penerima bau terdiri dari jutaan reseptor yang terletak dihidung bagian atas dalam jaringan tertutup selaput lendir yang tidak dilalui udara disebut olfactory mucosa. Selaput lendir berfungsi untuk melembabkan udara.

c. Alat yang digunakan
:
Beberapa macam wewangian (lebih dari 5), dan slayer penutup mata

d. Jalannya Percobaan
:
Disediakan 4 wewangian, kemudian praktikan mencium dan membedakan satu persatu wewangian tersebut, dan dengan mata tertutup

e. Hasil Percobaan
:
1. Lemon  Jeruk
2. Melon  Anggur
3. Melon  Melon
4. Apel  Apel
Hasil sebenarnya :
1. Biasanya dalam hal kemampuan mengingat bau, perempuan lebih baik
2. Proporsinya, dari 4macam wewangian  Perempuan = 4, dan Laki-laki = 3
3. Hal ini disebabkan karena pada perempuan, ruang dalam menerima gas (concha nasal superior) lebih luas
4. Semakin tajam wanginya  semakin mudah dikenal
5. Semakin lembut wanginya  semakin sulit dikenali

f. Kesimpulan
:
Pada rongga hidung terdapat rambut- rambut, concha nasal superior, intermediet dan inferior. Pada bagian concha nasal superior terdapat akar sel-sel dan jaringan syaraf penciuman (nervus olfaktorius) yang berfungsi mendeteksi bau-bauan yang masuk melalui hirupan nafas. Reseptor pada hidung manusia hanya ada 7 namun dapat membedakan 600 aroma, hal tersebut juga dipengaruhi oleh prinsip-prinsip komposisi (component principle).

g. Daftar Pustaka     
:
Basuki, H. (2008). Psikologi Umum. Jakarta:
               Universitas Gunadarma.
Hapsari, I. I., Puspitawati, I., & Suryaratri, R.
              D. (2014). Psikologi Faal. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Offset.

h. Note
:
1.  Syaraf kranial  Olfactory
2. Manusia dapat membedakan berbagai macam bau bukan karena memiliki banyak reseptor pembau, namun kemampuan tersebut ditentukan oleh prinsip-prinsip oposisi (component principle)
3. Organ pembau hanya memiliki tujuh reseptor, namun dapat membaui lebih dari 600 aroma
4. Sistem olfaction dapat menerima stimulus benda-benda kimia sehingga reseptornya disebut pula kemo reseptor
5. Sistem olfaction terdapat dihidung bagian atas (concha nasal superior)  yang peka dan lebih dekat ke syaraf olfaktorius
6. Penciuman pada manusia, secara umum unsur yang mempengaruhi adalah
a.    Fisik  hidung mancung lebih sensitif terhadap bau
b.   Fisiologis  perempuan yang pms lebih sensitif
7. Kemampuan membau pada :
a.   Susunan rongga hidung  hidung mancung lebih peka
b.  Variasi fisiologis  perempuan pms dan hamil muda memiliki penciuman yang lebih peka
c.  Spesies  anjing (karena kemampuannya survival tergantung pada pembauan)
d.   Konsentrasi bau  bau busuk akan lebih tercium.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Deindividuasi

Deindividuasi merupakan tahap psikilogis yang ditandai oleh hilangnya self awerness dan berkurangnya ketakutan individu karena berada dal...