LAPORAN
PRAKTIKUM PSIKOLOGI FAAL
|
Nama Mahasiswa
NPM
Kelas
|
: Nadila
Nita T.G
:
14517380
:
1PA20
|
Tanggal
Pemeriksaan
Nama Asisten
Paraf Asisten
|
: 02
Mei 2018
: Eugenia
Sylvi I
:
|
|
1.
|
Percobaan
|
:
|
Indera Penciuman
|
|
|
Nama
Percobaan
|
:
|
1.1 Pembauan, Cara kerja bau dupa dan
hio
|
|
|
Nama
Subjek Percobaan
|
:
|
Nadila Nita Telyana Gulo
|
|
|
Tempat
Percobaan
|
:
|
Laboratorium Psikologi Faal
|
|
|
a.
Tujuan Percobaan
|
:
|
Untuk membuktikan bahwa zat yang
dibaui adalah zat yang berupa gas, serta membedakan beberapa wewangian mulai
dari bau yang tidak enak sampai yang enak.
|
|
|
b.
Dasar teori
|
:
|
Menurut Kimbal (1983), manusia mendeteksi
dengan menggunakan sel-sel yang terletak dikedua epitel olfaktori jauh di
dalam rongga hidung. Daerah itu masing-masing berukuran sekitar 250 mm2.
Udara yang masuk melalui lubang hidung melewatinya. Molekul-molekul yang
larut dalam air dan lemak yang ada di udara larut dalam lapisan mukus yang
menutupi epitel dan menimbulkan sensasi penciuman.
Menurut Plotnik (dalam buku Basuki, 2008),
penciuman disebut suatu indera kimia karena menerima rangsangan kimia yang
dibawa oleh udara. Fungsi penciuman adalah melakukan transduksi mengubah reaksi
kimia menjadi rangsangan.
Menurut Rachmawati (2009), Daerah yang
sensitif terhadap indera penciuman terletak di bagian atas rongga hidung.
Struktur indera penciuman terdiri atas sel penyokong yang berupa sel epithel
dan sel bau yang berupa sel saraf sebagai reseptor.
|
|
|
c.
Alat yang digunakan
|
:
|
Lilin, hio, dan dupa
|
|
|
d.
Jalannya Percobaan
|
:
|
Praktikan mencium aroma hio dan dupa yang
belum dibakar terlebih dahulu. Kemudian hio dan dupa dibakar, lalu praktikan
mencium aromanya dan membedakan kedua aroma hio dan dupa tersebut.
|
|
|
e.
Hasil Percobaan
|
:
|
Hio dan dupa sebelum dibakar bau nya
tidak terlalu menyengat, namun setelah dibakar bau nya lebih menyengat
Hasil sebenarnya :
1. Hio dan dupa, lebih kuat baunya
ketika dibakar
2. Karena concha nasal superior hanya menerima rangsang benda-benda yangn
dapat menguap dan yang berwujud gas.
|
|
|
f.
Kesimpulan
|
:
|
Dupa dan hio yang telah dibakar lebih
menyengat baunya, karena setelah dibakar dupa dan hio menghasilkan gas yang
lebih banyak dibandingkan sebelum dibakar, karena gas yang dihasilkan semakin
banyak maka bau akan lebih mudah untuk dikenali.
|
|
|
g.
Daftar Pustaka
|
:
|
Basuki,
H. (2008). Psikologi
Umum. Jakarta:
Universitas Gunadarma.
Kimbal, J. W.
(1983). Biologi. Jakarta:
Erlangga.
Rachmawati, F. (2009). Biologi. Jakarta:
Pusat Perbukuan.
|
|
2.
|
Percobaan
|
:
|
Indera Penciuman
|
|
|
Nama
Percobaan
|
:
|
1.2 Pembauan, Cara kerja membedakan
wewangian
|
|
|
Nama
Subjek Percobaan
|
:
|
Nadila Nita Telyana Gulo
|
|
|
Tempat
Percobaan
|
:
|
Laboratorium Psikologi Faal
|
|
|
a.
Tujuan Percobaan
|
:
|
Untuk membuktikan bahwa zat yang
dibaui adalah zat yang berupa gas, serta membedakan beberapa wewangian mulai dari
bau yang tidak enak sampai yang enak
|
|
|
b.
Dasar teori
|
:
|
Menurut
Basuki (2008), Penciuman mempunyai berbagai macam fungsi. Fungsi yang pertama
adalah mengintensifkan pengecapan makanan. Sebagai contoh kita tidak dapat
menjelaskan gula-gula berwarna hitam (licorice) dari selai permen
jelly rasa jeruk dengan hidung
tertutup. Fungsi kedua adalah untuk mewaspadai secara sangat efektif makanan
yang berpotensi berbahaya yaitu bau busuk dan basi. Fungsi ketiga yang
merupakan fungsi yang baru ditemukan yaitu mendatangkan ingatan yang kuat dan
sering berhubungan dengan perasaan. Sebagai contoh bau dari kue labu bisa
mengingatkan kita pada suatu pesta keluarga. Untuk banyak binatang seperti
kucing dan anjing pembau juga berfungsi untuk menentukan letak makanan, jodoh
atau wilayah.
Menurut
Puspitawati dkk (2008), stimulus dalam sistem olfaktori berupa bahan-bahan
kimia yang terdapat dalam lingkungan yang terhirup saat bernapas. Resptor
penerima bau terdiri dari jutaan reseptor yang terletak dihidung bagian atas
dalam jaringan tertutup selaput lendir yang tidak dilalui udara disebut olfactory
mucosa. Selaput lendir berfungsi untuk melembabkan udara.
|
|
|
c.
Alat yang digunakan
|
:
|
Beberapa macam wewangian (lebih dari
5), dan slayer penutup mata
|
|
|
d.
Jalannya Percobaan
|
:
|
Disediakan 4 wewangian, kemudian
praktikan mencium dan membedakan satu persatu wewangian tersebut, dan dengan
mata tertutup
|
|
|
e.
Hasil Percobaan
|
:
|
1. Lemon
2. Melon
3. Melon
4. Apel
Hasil sebenarnya :
1. Biasanya dalam hal kemampuan
mengingat bau, perempuan lebih baik
2. Proporsinya, dari 4macam wewangian
3. Hal ini disebabkan karena pada
perempuan, ruang dalam menerima gas (concha
nasal superior) lebih luas
4. Semakin tajam wanginya
5. Semakin
lembut wanginya
|
|
|
f.
Kesimpulan
|
:
|
Pada rongga hidung terdapat rambut- rambut,
concha nasal superior, intermediet
dan inferior. Pada bagian concha nasal
superior terdapat akar sel-sel dan jaringan syaraf penciuman (nervus olfaktorius) yang berfungsi
mendeteksi bau-bauan yang masuk melalui hirupan nafas. Reseptor pada hidung
manusia hanya ada 7 namun dapat membedakan 600 aroma, hal tersebut juga
dipengaruhi oleh prinsip-prinsip komposisi (component principle).
|
|
|
g.
Daftar Pustaka
|
:
|
Basuki,
H. (2008). Psikologi Umum. Jakarta:
Universitas Gunadarma.
Hapsari,
I. I., Puspitawati, I., & Suryaratri, R.
D. (2014). Psikologi Faal. Bandung: PT Remaja
Rosdakarya Offset.
|
|
|
h.
Note
|
:
|
1.
Syaraf kranial
2.
Manusia dapat membedakan berbagai macam bau bukan karena memiliki banyak
reseptor pembau, namun kemampuan tersebut ditentukan oleh prinsip-prinsip
oposisi (component principle)
3.
Organ pembau hanya memiliki tujuh reseptor, namun dapat membaui lebih dari
600 aroma
4.
Sistem olfaction dapat menerima stimulus benda-benda kimia sehingga
reseptornya disebut pula kemo reseptor
5.
Sistem olfaction terdapat dihidung bagian atas (concha nasal superior)
6.
Penciuman pada manusia, secara umum unsur yang mempengaruhi adalah
a. Fisik
b. Fisiologis
7.
Kemampuan membau pada :
a. Susunan rongga hidung
b. Variasi fisiologis
c. Spesies
d. Konsentrasi bau
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar